Beberapa Amalan wirid harian dalam Tarekat Syadziliyah
mari kita bahas amalan wirid harian dalam Tarekat Syadziliyah yang biasa diamalkan di pesantren dan majelis dzikir di Indonesia.
📿 Wirid Harian Tarekat Syadziliyah
Amalan ini bertujuan menjaga hati tetap ingat kepada Allah, menumbuhkan rasa tawakal, dan menyeimbangkan kehidupan dunia-akhirat. Beberapa wirid pokok antara lain:
1. Dzikir Lā ilāha illallāh
Diamalkan setiap hari dengan jumlah tertentu (misalnya 100–1000 kali).
Meneguhkan tauhid dan menguatkan iman.
2. Shalawat Nabi
Membaca shalawat sebagai bentuk cinta kepada Rasulullah SAW.
Biasanya shalawat Ibrahimiyah atau shalawat Syadziliyah.
3. Hizb al-Bahr (Doa Laut)
Doa yang disusun oleh Abu al-Hasan asy-Syadzili.
Dibaca untuk memohon perlindungan, keselamatan, dan ketenangan hati.
Sangat populer di kalangan Syadziliyah di Mesir dan Indonesia.
4. Hizb al-Nashr (Doa Kemenangan)
Diamalkan untuk memohon pertolongan Allah dalam menghadapi kesulitan.
Menumbuhkan rasa tawakal dan keberanian.
5. Ratib Syadziliyah
Bacaan dzikir yang disusun oleh murid-murid Syadziliyah.
Mengandung ayat-ayat Al-Qur’an, doa, dan dzikir pendek.
Dibaca bersama-sama dalam majelis dzikir.
🎯 Tujuan Wirid Syadziliyah
Menyucikan hati dari sifat buruk.
Menguatkan tawakal kepada Allah.
Menyeimbangkan dunia-akhirat: tetap bekerja dan berusaha, tetapi hati bergantung pada Allah.
Mendekatkan diri kepada Allah melalui dzikir yang konsisten.
📊 Perbandingan dengan Tarekat Lain
| Tarekat | Wirid Utama | Ciri Khas |
|---|---|---|
| Syadziliyah | Hizb al-Bahr, Hizb al-Nashr | Tawakal & keseimbangan dunia-akhirat |
| Qadiriyah | Lā ilāha illallāh, shalawat | Dzikir jahr (keras) & karomah |
| Naqsyabandiyah | Dzikir khafi (dalam hati) | Kesunyian & fokus batin |
| Tijaniyah | Dzikir khusus (Salat al-Fatih) | Eksklusif tarekat, fokus pada wirid tertentu |
👉 Jadi, wirid Syadziliyah bukan hanya dzikir lisan, tetapi juga latihan hati untuk selalu bergantung kepada Allah sambil tetap aktif dalam kehidupan dunia.

Komentar