Manaqib adalah .....
Manaqib adalah kisah atau riwayat tentang keutamaan, kemuliaan, dan sifat-sifat terpuji para tokoh Islam, terutama para wali Allah, yang biasanya dibacakan dalam tradisi keagamaan di pesantren dan masyarakat Muslim di Indonesia. Tradisi ini dikenal luas di Jawa dan Madura, termasuk di daerah Anda, Sampang, Jawa Timur.
📖 Pengertian Manaqib
Secara bahasa: berasal dari kata Arab manāqib yang berarti keutamaan, kemuliaan, atau sifat-sifat baik.
Secara istilah: manaqib adalah kitab atau kisah yang memuat riwayat hidup, kebajikan, dan karomah (kemuliaan spiritual) para wali Allah, misalnya Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.
Dalam tradisi: manaqib dibacakan dalam acara manaqiban, yaitu kegiatan keagamaan untuk mengenang dan mengambil teladan dari kehidupan para wali.
🎯 Tujuan Manaqib
Menghormati dan mengenang jasa serta keutamaan para wali Allah.
Meneladani akhlak mulia dan sifat terpuji yang mereka miliki.
Menguatkan iman dan spiritualitas jamaah melalui kisah-kisah inspiratif.
Mempererat silaturahmi antar masyarakat melalui kegiatan bersama.
📚 Rangkaian Kegiatan Manaqiban
Biasanya dilaksanakan di pesantren atau rumah warga dengan susunan acara:
Membaca kitab manaqib (misalnya Manaqib Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani).
Dzikir bersama dan doa.
Pembacaan shalawat Nabi.
Tausiyah atau nasihat dari kiai/ustaz.
Ditutup dengan doa keselamatan dan kadang dilanjutkan dengan makan bersama.
🕌 Catatan Penting
Sejarah di Indonesia: Tradisi manaqib sudah dikenal sejak abad ke-17, dibawa oleh para wali penyebar Islam seperti Sunan Ampel dan Maulana Malik Ibrahim.
Makna luas: selain sebagai bacaan, manaqib juga menjadi sarana pendidikan moral dan spiritual bagi masyarakat.
Konteks lokal: di Jawa Timur, khususnya Madura, manaqiban sering dilakukan rutin bulanan atau pada hari-hari tertentu (misalnya malam Jumat).
👉 Jadi, manaqib bukan sekadar cerita sejarah, melainkan sarana spiritual untuk meneladani kehidupan para wali Allah dan memperkuat keimanan umat.

Komentar