KRITERIA MEMILIH PRESIDEN/WAKIL PRESIDEN & PARTAI

 


Memilih presiden/wakil presiden adalah memilih pemimpin, yaitu seorang yang kita percaya untuk membawa serta mengarahkan bangsa dan negara ini kepada kondisi yang terbaik. 
     
Indonesia adalah bangsa dan negara besar dengan problematikanya yang amat kompleks. Salah memilih pemimpin akan buruk akibatnya bagi rakyat, bangsa, dan negara. Maka sangat berbahaya kalau kepemimpinan itu diserahkan pada orang yang kapasitasnya di bawah standar.
     
Menjagokan calon presiden, partai itu bukan seperti menjagokan suatu kesebelasan dalam sepak bola. Begitu menang, lalu senang dan bersorak soray. Tapi kalau untuk pemilihan presiden/wakil presiden, partai, yang akan dipertaruhkan adalah nasib bangsa dan negara ini, termasuk nasib umat Islam tentunya.
     
Sebagai pertimbangan dapat dikemukakan kriteria calon yang dapat dipilih menjadi _presiden/wakil presiden_, sebagai berikut:
1. Rekam jejaknya jelas (pendidikan, pengalaman/prestasi, dan tidak tercela)
2. Cerdas, matang dalam kepemimpinan, dan berani.
3. Memiliki visi yang jelas untuk Indonesia ke depan.
4. Yang paling meyakinkan kita bahwa calon tersebut akan berlaku jujur, tegas, dan bijaksana, serta mampu menjalankan amanah kepemimpinan yang memang berat saat ini bagi bangsa dan negara kita.
5. Yang paling meyakinkan kita bahwa calon tersebut akan mampu berlaku adil, termasuk terhadap hak umat Islam untuk memperoleh keadilan.
6. Yang paling meyakinkan kita bahwa calon tersebut tidak akan berlaku aniaya (menista) terhadap ajaran agama, atau meremehkan peran agama dalam pembangunan.
7. Kita yakin betul calon tersebut tidak akan berlaku zalim terhadap rakyat, terutama terhadap muballigh/ustad/ulama, maupun para tokoh agama lainnya.
    
Kriteria _partai_ yang dapat dipilih adalah:
a) Yang paling meyakinkan kita bahwa partai tersebut tidak akan meremehkan peran agama dalam pembangunan.
b) Yang paling meyakinkan kita bahwa partai tersebut tidak akan mendukung untuk terbitnya UU/Peraturan yang menyalahi agama.
c) Kita yakin betul partai tersebut tidak akan berlaku zalim terhadap rakyat, terutama para muballigh/ustad/ulama, maupun para tokoh agama lainnya.
     
Demikian sumbangsih pikiran ini disampaikan. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan Populer