Cara Mengatasi Anak GTM (Gerakan Tutup Mulut) dan Susah Makan
Menghadapi anak GTM atau Gerakan Tutup Mulut sering kali menjadi momen yang menguras emosi bagi orang tua. Fenomena ini biasanya terjadi saat anak mulai memasuki fase MPASI atau balita, di mana mereka mulai menunjukkan preferensi makanan atau sedang mengalami fase tumbuh kembang tertentu.
Agar sesi makan tidak menjadi "medan perang", penting bagi orang tua untuk memahami penyebab dan strategi yang tepat untuk meningkatkan nafsu makan anak.
Penyebab Umum Anak Susah Makan
Sebelum mencari solusi, kenali dulu pemicunya. Menurut pakar kesehatan di Alodokter, beberapa penyebab umum GTM meliputi:
- Fase Neofobia: Ketakutan alami anak mencoba rasa atau tekstur makanan baru.
- Tumbuh Gigi: Rasa tidak nyaman pada gusi membuat anak malas mengunyah.
- Kebosanan Menu: Tekstur atau rasa yang itu-itu saja setiap hari.
- Distraksi Berlebih: Makan sambil menonton YouTube atau bermain gadget.
Strategi Ampuh Mengatasi Anak GTM
1. Terapkan Feeding Rules (Aturan Makan)
Konsistensi adalah kunci. Pastikan anak memiliki jadwal makan yang teratur:
- Batasi waktu makan maksimal 30 menit.
- Hanya berikan air putih di sela waktu makan (hindari susu atau jus berlebih sebelum makan besar).
- Jangan memaksa atau memarahi anak jika mereka menolak, agar tidak timbul trauma.
2. Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan
Singkirkan semua gangguan digital. Fokuslah pada interaksi. Ajak anak makan bersama anggota keluarga lain di meja makan untuk memberikan contoh (role modeling) bahwa makan adalah aktivitas yang seru.
3. Variasi Menu dan Tampilan Menarik
Anak adalah makhluk visual. Cobalah sajikan makanan dengan bentuk yang lucu menggunakan cetakan bento yang bisa Anda beli di Tokopedia. Jika anak menolak nasi, ganti dengan sumber karbohidrat lain seperti ubi, kentang, atau oat.
4. Libatkan Anak dalam Menyiapkan Makanan
Ajak si kecil mencuci sayur atau memilih buah di supermarket. Keterlibatan ini meningkatkan rasa ingin tahu mereka untuk mencicipi masakan yang mereka "bantu" buat.
5. Konsultasi dengan Ahli
Jika berat badan anak stagnan atau cenderung turun, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak melalui layanan Halodoc untuk mengecek kemungkinan adanya infeksi atau kekurangan zat besi (anemia).
Kesimpulan
Menghadapi anak susah makan membutuhkan kesabaran ekstra. Fokuslah pada kualitas nutrisi dan pembentukan kebiasaan makan yang sehat daripada sekadar jumlah suapan yang masuk.
Menghadapi anak susah makan membutuhkan kesabaran ekstra. Fokuslah pada kualitas nutrisi dan pembentukan kebiasaan makan yang sehat daripada sekadar jumlah suapan yang masuk.

Komentar